MENLO PARK – Setelah dituduh menekan berita konservatif dari trending topic, raksasa jejaring sosial Facebook akhirnya mengubah beberapa prosedur untuk trending topic.
Sebagaimana disitat dari IBTimes, Rabu (25/5/2016), perusahaan mengatakan bahwa penyelidikan internal tidak menujukkan bias politik dalam pemilihan berita untuk trending topic, sebuah fitur yang terpisah dari new feed, di mana sebagian besar pengguna Facebook mendapatkan berita. Tetapi dalam blog, pemilik WhatsApp mengatakan, ia mengenalkan beberapa perubahan.
Perubahan yang dimaksud Facebook mencakup penghapusan top 10 website yang disetujui, lebih banyak pelatihan dan pedoman yang lebih jelas untuk membantu editor menghindari bias ideologi atau politik, dan prosedur-prosedur yang lebih kuat. Seperti diberitakan sebelumnya, awal bulan ini, mantan kontraktor Facebook menunduh editor perusahaan sengaja menekan berita konservatif.
Tuduhan yang dilayangkan oleh mantan kontraktor Facebook itu dilaporkan Gizmodo. Setelah itu, memicu Senator Republican John Thune menuliskan surat menuntut, perusahaan menjelaskan bagaimana memilih artikel berita untuk trending topic mereka.
sumber: techno.okezone.com
Komentar